3 Teknologi Diidentifikasi Untuk Meningkatkan Produksi Minyak Sawit, Mengurangi Ketergantungan Pada Tenaga Kerja Asing
Penerapan tiga teknologi canggih telah diidentifikasi sebagai metode untuk meningkatkan industri minyak sawit negara ini dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing.
Menteri Perkebunan dan Komoditas Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengatakan bahwa teknologi ini – mekanisasi, otomatisasi, dan digitalisasi – dapat secara efisien dan efektif meningkatkan produksi minyak sawit.
Ia mengatakan perusahaan milik pemerintah Sime Darby Plantation Bhd saat ini sedang menerapkan teknologi tersebut dan telah melihat hasil yang mengesankan.
"Teknologi yang dikembangkan oleh Sime Darby Plantation bertujuan untuk memajukan mekanisasi kerja dengan sasaran mengurangi tenaga kerja asing di masa mendatang. Mereka telah berinvestasi secara signifikan dalam teknologi mekanisasi.
"Misalnya, sekarang satu pekerja dibutuhkan untuk mengelola setiap delapan hektar perkebunan. Namun, Sime Darby telah meningkatkannya menjadi 12,5 hektar, yang lebih tinggi dari rasio kami saat ini.
"Tenaga kerja yang digunakan di perkebunan kami, seperti yang kita semua ketahui, merupakan kontributor signifikan bagi perekonomian kami," katanya setelah mendampingi Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam kunjungan ke lokasi Perkebunan Sime Darby di Pulau Carey di sini hari ini.
Johari mengatakan Anwar telah menyatakan kekhawatirannya tentang kemampuan industri minyak sawit nasional untuk memenuhi permintaan dan produksi.
Oleh karena itu, katanya, teknologi inovatif yang dikembangkan Sime Darby Plantation patut menjadi contoh untuk mencapai tujuan serupa.
"Perdana Menteri sangat peduli untuk memastikan bahwa industri kelapa sawit kita mampu terus memenuhi permintaan.
"Kami tidak ingin menebang hutan lagi. Kami ingin tetap berpegang pada apa yang sudah kami miliki, jadi kami bermaksud meningkatkan kemampuan kami dengan menggunakan teknologi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing."
Ia menambahkan bahwa ia akan memastikan bahwa Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dan pelaku industri lainnya mengadopsi teknologi ini.
"Mereka telah menerapkan beberapa teknologi ini, dan beberapa lainnya masih dalam tahap prototipe.
"Saya yakin jika mereka berhasil mewujudkan masing-masing teknologi dan mekanisme ini, maka saya akan memastikan bahwa MPOB mengadopsinya dan memperkenalkannya kepada semua orang."
Johari juga mengatakan pemerintah akan mendukung perusahaan rintisan yang sukses dalam memperkenalkan teknologi baru.
"Anwar menekankan pentingnya perusahaan rintisan dalam memperkenalkan teknologi semacam itu. Jika mereka berhasil, kami ingin memastikan mereka dapat menjual teknologi mereka kepada pelaku industri," katanya.



