DABEEO Meluncurkan Proyek Monitoring AI Untuk Perkebunan Sawit Di Indonesia, Meliputi Wilayah Yang Lebih Besar Dari Seoul

Perusahaan teknologi AI intelijen geospasial terkemuka, Dabeeo, pada hari Senin memulai proyek monitoring AI terbaru untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yang mencakup wilayah yang lebih luas dari ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Perusahaan tersebut menandatangani kesepakatan dengan Tunas Sawa Erma Group, salah satu produsen kelapa sawit utama di Indonesia, untuk proyek yang mencakup total area seluas 765 kilometer persegi.

"Meski citra satelit berpresisi tinggi biasanya digunakan untuk keperluan militer dan teknologi informasi, kasus seperti ini, yang diterapkan pada sektor pertanian, sangat jarang terjadi. Kasus ini menunjukkan meluasnya pemanfaatan citra satelit di berbagai bidang, dengan Dabeeo memimpin jalannya," ujar Ju Hum Park, CEO Dabeeo.

"Pada saat tidak ada pemain besar di bisnis monitoring perkebunan, langkah strategis kami ke pasar melalui kontrak baru dengan TSE Group memungkinkan kami mempercepat aktivasi bisnis untuk memperluas pangsa pasar kami secara signifikan di masa depan," tambahnya.

Kesepakatan terbaru ini menandai perluasan proyek monitoring perkebunan kelapa sawit yang sedang berlangsung oleh Dabeeo, yang dimulai di Malaysia tahun lalu. Indonesia dan Malaysia dikabarkan menghasilkan hingga 80 persen pasokan kelapa sawit dunia, dan perusahaan tersebut berharap menggunakan kesepakatan terbaru mereka di kedua negara sebagai batu loncatan untuk memperluas bisnisnya lebih jauh.

Mitra terbaru Dabeeo, TSE Group, telah menjalankan bisnis kelapa sawit di Indonesia selama hampir tiga dekade. Para pejabat perusahaan Korea Selatan tersebut mengatakan bahwa kemitraan mereka bisa menjadi "sinyal kuat masuknya Dabeeo ke pasar Indonesia."

Dabeeo berencana menggunakan analisis AI dan citra satelit resolusi ultra-tinggi untuk secara signifikan mengurangi beban kerja yang dibutuhkan dalam metode monitoring perkebunan kelapa sawit saat ini, yang memerlukan banyak tenaga kerja manual dan penggunaan drone.

Menurut perusahaan, citra satelit dengan resolusi 30 cm yang sangat presisi dapat memberikan cakupan area yang luas dalam satu gambar, yang dimungkinkan melalui kolaborasi dengan penyedia satelit komersial seperti Airbus dan Maxar. Para pejabat mengatakan Dabeeo mencapai lebih dari 99,5 persen akurasi dalam mendeteksi objek pohon kelapa sawit dan lebih dari 90 persen akurasi dalam mengklasifikasikan status kesehatannya.

Dengan menggunakan metode ini, memungkinkan deteksi dini terhadap setiap penyimpangan seperti pohon yang terkena penyakit, sehingga memberikan data penting untuk prediksi hasil panen.

Dabeeo bertujuan memperluas kerja samanya dengan TSE Group untuk mencakup analisis nutrisi, mengidentifikasi kekurangan nutrisi pada setiap pohon melalui citra satelit guna mengoptimalkan rencana pemupukan, yang berpotensi merevolusi operasi perkebunan kelapa sawit.

Untuk menyediakan data yang dianalisis dengan akses mudah bagi pengguna, Dabeeo telah mengembangkan platform untuk memantau perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam kerja sama dengan TSE Group sejak 2023. Platform ini didasarkan pada "Dabeeo Eartheye," yang diakui di CES 2022 sebagai platform analisis AI berbasis citra satelit yang inovatif.

Fokus utama adalah memastikan akses cepat ke volume data yang besar bahkan di area dengan koneksi internet yang buruk, mengingat sebagian besar perkebunan kelapa sawit berada di daerah dengan akses internet terbatas.

Perusahaan mengatakan bahwa platform ini sekarang memungkinkan akses tanpa gangguan bahkan pada kecepatan 12 Mbps (sekitar 1/14 dari kecepatan rata-rata di Korea Selatan), memungkinkan manajer perkebunan mengambil tindakan langsung di lapangan. Dengan menempatkan sumber daya secara akurat dan efisien, seperti alokasi tenaga kerja tepat waktu ke area bermasalah, platform ini meningkatkan keseluruhan operasi perkebunan.

Transisi dari sistem yang hanya dapat diakses oleh ahli GIS menjadi platform berbasis web yang dapat diakses oleh semua anggota organisasi meningkatkan efektivitas monitoring perkebunan di seluruh TSE Group.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami