Malaysia dan Kenya Jajaki Usaha Pengolahan Minyak Sawit untuk Meningkatkan Perdagangan [BTTV]

KUALA LUMPUR: Kenya telah menyatakan minat yang besar untuk bermitra dengan Malaysia untuk mendirikan pusat pengolahan minyak sawit di Taman Industri Mombasa di Nairobi, sebagai bagian dari upaya untuk memperdalam hubungan perdagangan bilateral dan mendukung lapangan kerja lokal.

Menteri Perkebunan dan Komoditas Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengatakan proposal itu mencerminkan niat kuat Kenya untuk menumbuhkan perdagangan dua arah dan memposisikan dirinya sebagai pusat regional untuk pengolahan dan distribusi minyak sawit.

Proposal itu diajukan selama pertemuan antara Johari dan Sekretaris Kabinet Kenya untuk Investasi, Perdagangan dan Industri Lee Kinyanjui, pada hari kedua kunjungan resmi tiga hari Johari ke negara Afrika Timur itu.

"Saya baru saja bertemu dengan menteri perdagangan Kenya dan dia menekankan bahwa kami adalah pengekspor minyak sawit terbesar Kenya, mencapai lebih dari RM5 miliar," kata Johari.

"Dia mengusulkan agar kita melihat cara untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara untuk memastikan defisit perdagangan yang dihadapi Kenya tidak melebar lebih jauh."

Pada tahun 2024, Malaysia mengekspor minyak sawit dan produk terkait senilai RM5,2 miliar ke Kenya, menyumbang hampir 95 persen dari total ekspornya ke negara itu.

Johari mengatakan pusat pengolahan minyak sawit yang diusulkan tidak hanya akan memperkuat sektor hilir domestik Kenya, tetapi juga berfungsi sebagai batu loncatan ke Komunitas Afrika Timur (EAC) yang lebih luas.

EAC terdiri dari lebih dari 330 juta orang di seluruh negara termasuk Uganda, Tanzania dan Rwanda.

"Salah satu sarannya adalah mengajak investor yang bergerak di industri kelapa sawit untuk membuka pusat pengolahan di Pelabuhan Mombasa," katanya.

"Dengan ini, mereka dapat melihat bahwa kegiatan ekonomi tidak terbatas hanya mengekspor minyak sawit, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat di Kenya.

"Dia menambahkan bahwa Malaysia memandang Kenya tidak hanya sebagai mitra dagang strategis, tetapi juga sebagai titik masuk utama ke benua Afrika yang lebih luas.

"Mombasa adalah pintu gerbang perdagangan utama ke delapan negara Afrika Timur dan ini menghadirkan peluang bagus bagi kami untuk meningkatkan ekspor minyak sawit dan kerja sama industri kami," kata Johari.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Sekretaris Jenderal (Komoditas) Kementerian Perkebunan dan Komoditas Datuk Razali Mohammad dan Chief Executive Officer Dewan Kelapa Sawit Malaysia Belvinder Sron.

Misi Johari ke Kenya merupakan bagian dari strategi Malaysia yang lebih luas untuk memperluas jejak ekonominya di Afrika Timur, khususnya melalui inisiatif perdagangan minyak sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tambah.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami