Malaysia Harus Mempertimbangkan Bahan Kelapa Sawit Hibrida yang Terbukti Berhasil di Kolombia — Veteran Industri
KUALA LUMPUR, 22 Okt -- Malaysia harus mengeksplorasi penerapan bahan kelapa sawit hibrida yang terbukti berhasil di Kolombia untuk memerangi penyakit, kata veteran industri Abdul Rahim Syed Mohd.
Abdul Rahim mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penerapan bahan hibrida tersebut sebaiknya dicoba pada perkebunan kelapa sawit yang terinfeksi Ganoderma (penyakit jamur).
"Jika kita berhasil dalam uji coba ini, ini akan menjadi pilihan terbaik untuk diterapkan. Selain mengatasi Ganoderma, kita juga dapat melihat manfaat lain seperti hasil yang tinggi, pohon yang lebih pendek, tingkat ekstraksi yang tinggi, lebih sedikit buah lepas, serta pengurangan tenaga kerja dengan putaran panen yang diperpanjang," katanya.
Abdul Rahim, yang memiliki lebih dari lima dekade pengalaman dalam manajemen perkebunan, baru-baru ini menghadiri Konferensi Kelapa Sawit Internasional ke-21 di Cartagena, Kolombia, di mana ia mengamati kemajuan signifikan negara tersebut di sektor kelapa sawit.
Ia mengatakan keberhasilan Kolombia dengan kelapa sawit hibrida OxG telah menghidupkan kembali industri minyak sawit Amerika Latin yang sebelumnya pernah berjuang melawan penyakit busuk pucuk.
Abdul Rahim menambahkan bahwa Kolombia telah menanam 609.000 hektare kelapa sawit, di mana 89 persen berada dalam produksi dan industri tersebut menunjukkan standar pertanian yang tinggi, termasuk penggunaan tanaman penutup dan sistem irigasi tetes lapangan.
Ia juga memuji fokus kuat Kolombia pada keberlanjutan, dengan 99 persen perkebunannya bebas deforestasi dan pengurangan emisi gas rumah kaca yang melampaui standar internasional.
"Negara itu telah menerapkan standar keberlanjutan yang tinggi seperti penghormatan terhadap lingkungan, komunitas, hak asasi manusia, etika kerja yang baik, dan hak atas properti," katanya.
Kunjungan Abdul Rahim menjadi tuan rumah oleh Fedepalma, badan industri terkemuka Kolombia, serta grup perkebunan terkemuka La Cabana, di mana ia terlibat dalam diskusi dengan Presiden Fedepalma Nicolas Perez Marulanda dan para pemimpin industri lainnya.



