RSPO fokus memperluas kemitraan minyak sawit di Tiongkok, Afrika, dan Timur Tengah

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) akan memperluas upaya untuk memperkuat kemitraan minyak sawit berkelanjutan di Tiongkok, Afrika, dan Timur Tengah, wilayah yang menunjukkan pertumbuhan pasar yang cepat dan meningkatnya permintaan akan produk bersertifikat.

"Membangun momentum yang telah kami lihat di Tiongkok, Afrika, dan Timur Tengah, kami kini berfokus pada pendalaman kemitraan dan penguatan akses pasar di wilayah yang berkembang pesat ini," kata CEO RSPO Joseph D’Cruz dalam RSPO Annual Roundtable Conference on Sustainable Palm Oil (RT2025) pada Selasa, 4 November 2025.

D’Cruz menekankan bahwa perluasan pasar global RSPO merupakan bagian dari strategi untuk menjaga standar keberlanjutan di tengah ketidakpastian pasar yang meningkat dan perubahan regulasi perdagangan internasional, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Saat ini, minyak sawit bersertifikat RSPO mencakup sekitar 20 persen dari produksi global. Sistem sertifikasi tersebut memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan sosial di seluruh rantai pasok minyak sawit.

Ia menambahkan bahwa pengembangan pasar baru sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang, terutama ketika rantai pasok global beradaptasi dengan persyaratan keberlanjutan yang lebih ketat. RSPO, yang kini memiliki 6.000 anggota di seluruh dunia, juga melakukan restrukturisasi internal untuk mendukung basis anggotanya yang semakin luas dan beragam.

Tiongkok telah menjadi pemain kunci dalam lanskap minyak sawit berkelanjutan global. Sebagai importir terbesar kedua dan konsumen terbesar ketiga minyak sawit dunia, pasar Tiongkok memainkan peran penting dalam mendorong produksi berkelanjutan di Indonesia dan Malaysia, serta memengaruhi tren permintaan global.

Pada 2024, Tiongkok mengimpor 4,36 juta ton minyak sawit dan turunannya − sebagian besar dari Indonesia dan Malaysia − menurut data bea cukai Tiongkok. Minyak sawit banyak digunakan dalam produksi minyak goreng, pengolahan makanan, dan industri oleokimia di Tiongkok.

Hingga akhir 2024, RSPO Tiongkok memiliki 445 anggota, termasuk perusahaan besar seperti COFCO, Yihai Kerry, Yili, Mengniu, Shanghai Jahwa, Perfect Diary, dan Yum China. Laporan RSPO Tiongkok tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO) di pasar Tiongkok mendekati 500.000 ton, mewakili 8,7 persen dari total konsumsi minyak sawit negara tersebut pada tahun itu.

Tren peningkatan ini menandakan meningkatnya kesadaran dan komitmen industri Tiongkok terhadap keberlanjutan, menempatkan wilayah tersebut sebagai frontier pertumbuhan utama bagi strategi global RSPO.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami