Perusahaan Pelopor Minyak Sawit Nigeria Memasuki Pasar Modal Dengan Penerbitan Commercial Paper (CP) Senilai N250 Juta

Aden River Estates Limited, produsen minyak sawit yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade, meluncurkan transaksi perdana di pasar modal melalui penerbitan Commercial Paper (CP) Seri 1 senilai N250 juta (Tranche A dan B) di bawah program penerbitan CP senilai N20 miliar. Penerbitan ini didampingi oleh Anchoria Advisory Services Limited sebagai issuing house.

Penandatanganan tersebut yang berlangsung di Lagos menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang didirikan pada tahun 1969 dan dikenal sebagai operator perkebunan kelapa sawit skala besar milik pribumi pertama di Nigeria. Ini merupakan kali pertama Aden River Estates mengakses pasar modal dalam 55 tahun sejarah operasinya.

Penerbitan Seri 1 menawarkan imbal hasil sebesar 22 persen untuk Tranche A dengan tenor 270 hari dan 25 persen untuk Tranche B dengan tenor 364 hari. Instrumen bertenor 364 hari tersebut berhasil menarik seluruh minat investor.

Chief Executive Officer Aden River Estates, Emmanuel Ibru, mengatakan bahwa penghimpunan dana sebesar N250 juta ini merupakan langkah strategis untuk memasuki pasar modal sebelum melakukan penerbitan dalam skala yang lebih besar. “Kami berencana menghimpun sekitar N20 miliar secara bertahap, dan dana tersebut akan diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk mendukung ekspansi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa setelah penerbitan commercial paper, perusahaan berencana menerbitkan obligasi, yang kemungkinan akan dilakukan dalam waktu sekitar sembilan bulan.

Dana hasil penerbitan Seri 1 akan digunakan sebagai modal kerja. Dalam jangka menengah, perusahaan menargetkan investasi sekitar US$50 juta yang akan diperoleh melalui kombinasi pendanaan utang, ekuitas, dan dana yang dihasilkan dari operasional perusahaan.

Saat ini, Aden River Estates memiliki land bank seluas sekitar 7.000 hektare yang tersebar di perkebunan Ohosu dan Okoro di Negara Bagian Edo. Dalam peta jalan ekspansi lima tahunnya, perusahaan berencana membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 30 ton per jam untuk mengolah peningkatan volume tandan buah segar (TBS). Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan unit ekstraksi minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) guna mendiversifikasi sumber pendapatan.

Head of Financial Advisory Anchoria Advisory Services, Funmilayo Abdulrahman, mengungkapkan bahwa penerbitan tersebut berhasil terserap sepenuhnya, meskipun investor institusi menghadapi sejumlah kendala regulasi untuk berpartisipasi dalam transaksi senilai N250 juta tersebut.

Menurutnya, kelayakan Aden River Estates untuk memasuki pasar didukung oleh peringkat kredit Triple-B dari Datapro yang termasuk kategori investment grade, serta pendapatan perusahaan yang telah melampaui N1 miliar per tahun. “Penerbit tetap memilih nilai penerbitan sebesar N250 juta, dan berdasarkan laporan keuangan yang kami kaji dari tahun ke tahun, kami yakin perusahaan memiliki kemampuan untuk melunasi kewajibannya,” ujarnya.

Terkait penetapan harga, Abdulrahman menjelaskan bahwa penentuan tingkat imbal hasil (yield) mengikuti praktik standar pasar, dengan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rate) sebagai acuan dasar yang kemudian ditambah premi risiko sesuai dengan profil kredit penerbit. “Untuk perusahaan dengan peringkat Triple-B, kami menentukan berapa tambahan premi risiko yang layak diberikan kepada investor. Biasanya kami juga membandingkannya dengan instrumen serupa yang telah diterbitkan di industri,” ujarnya. Penasihat hukum transaksi sekaligus Global Chairman TOLG Advisors, Michael Orimobi, mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Aden River Estates selama hampir satu tahun untuk melakukan restrukturisasi perusahaan dan mempersiapkannya agar memenuhi persyaratan memasuki pasar modal sebelum transaksi ini dapat direalisasikan.Ia menambahkan bahwa sebelum penerbitan ini perusahaan praktis tidak memiliki utang yang signifikan. Selain itu, penandatanganan tersebut juga mencakup mandat untuk menyiapkan program penerbitan obligasi, sehingga perusahaan dapat mengakses instrumen pendanaan jangka pendek maupun jangka menengah hingga panjang.

Ibru menilai bahwa prospek investasi perusahaan tidak dapat dipisahkan dari defisit pasokan minyak sawit di Nigeria. Saat ini, Nigeria merupakan produsen minyak sawit terbesar kelima di dunia dengan produksi sekitar 1,5 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik telah melampaui 2 juta ton. Akibatnya, negara tersebut harus mengimpor minyak sawit senilai sekitar US$500 juta hingga US$600 juta setiap tahun. Di sisi lain, Indonesia dan Malaysia sebagai dua produsen minyak sawit terbesar dunia juga menghadapi keterbatasan akibat semakin terbatasnya lahan baru serta siklus peremajaan tanaman, yang menurut Ibru akan semakin memperketat pasokan global dalam beberapa tahun mendatang. “Permintaan kami melebihi dua juta ton. Anda bisa melihat betapa pentingnya kondisi ini,” katanya.

Anchoria Advisory Services dan TOLG Advisors samasama menyatakan bahwa Aden River Estates diperkirakan akan kembali melakukan transaksi pendanaan di pasar modal dengan nilai yang lebih besar sebelum akhir tahun ini.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami