Empat Negara Akan Bergabung Dengan CPOPC Sebagai Anggota Penuh Pada Bulan Mei 2022, Kata Direktur Eksekutif

JAKARTA: Kolombia, Ghana, Honduras, dan Papua Nugini ditetapkan menjadi anggota penuh Dewan Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries / CPOPC) pada akhir bulan Mei tahun depan di tengah meningkatnya klaim bahwa minyak kelapa sawit berdampak buruk pada lingkungan.

Negara-negara tersebut akan secara otomatis menjadi anggota penuh setelah mereka meratifikasi Piagam CPOPC dan Protokol untuk Mengubah Piagam, menurut direktur eksekutif CPOPC, Tan Sri Dr Yusof Basiron.

"Saya berharap dalam enam bulan mereka harus bisa memperbaiki,” katanya pada Bernama.

Dia mengatakan anggota baru akan memperkuat suar kolektif untuk memprotes ketidakadilan Uni Eropa terhadap industri.

"Dengan adanya mereka sebagai anggota CPOPC, suaranya lebih besar dan, mudah-mudahan lebih berdampak,” kata Yusof, yang berada di Jakarta, Indonesia untuk Pertemuan Kementerian CPOPC kesembilan pada hari Sabtu.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin dan mitranya dari Indonesia Airlangga Hartanto.

Konferensi tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari Kolombia, Ghana, Honduras dan Papua Nugini dalam kapasitas mereka sebagai negara pengamat.

Yusof mengatakan bahwa negara pengamat akan berusaha sebaik mungkin untuk mempercepat proses ratifikasi sebagai langkah akhir sebelum diterima sebagai anggota penuh.

Kolombia, Honduras, dan Papua Nugini menekankan pentingnya bekerja sama untuk mempromosikan kepentingan bersama dan mempertahankan industri dari sentimen dan tuduhan negatif yang terus menerus.

Yusof menjelaskan bahwa Honduras menekankan bahwa negara-negara produsen yang harus menuntut perlakuan yang lebih adil untuk minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Papua Nugini menegaskan kembali bahwa produsen harus memiliki kesatuan suara dalam isu-isu berkelanjutan, dan Kolombia mendukung kampanye promosi, penelitian dan studi.

"Malaysia dan Indonesia menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan harga tinggi dan menarik pada tahun 2022 melalui berbagai langkah dan tindakan terkoordinasi di tingkat CPOPC,” katanya.

Prioritas dewan yang akan segera dilaksanakan termasuk perluasan keanggotaan, penerimaan kerangka global untuk minyak sawit berkelanjutan, dan forum pemangku-pemangku kepentingan global.

"CPOPC dengan kerjasama Indonesia, pada masa kepresidenan negara pada pertemuan Kelompok 20 (G20), akan mempromosikan minyak kelapa sawit berkelanjutan,” kata Yusof.

Indonesia telah sepakat untuk kembali menjadi tuan rumah Pertemuan Kementerian ke-10 tahun depan. Perekonomian terbesar Asia Tenggara itu memulai kepresidenan G20 selama setahun pada 1 Desember 2021.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami