Thailand kurangi kandungan minyak sawit dalam biofuel
Kementerian Energi Thailand mengumumkan Jumat lalu bahwa mereka akan mengurangi kandungan minyak sawit dalam biofuelnya dari 7% menjadi 5% untuk mengatasi kenaikan harga minyak sawit.
Wakil Perdana Menteri Thailand dan Menteri Energi Pirapan Salirathavibhaga mengatakan langkah ini, yang disetujui pada pertemuan Kantor Kebijakan dan Perencanaan Energi (EPPO) Kamis lalu, akan membantu mengurangi biaya biofuel.
Pengurangan penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel diharapkan mulai berlaku pada tanggal 21 November. Dengan demikian, biofuel B7, yaitu campuran 7% biofuel berbasis kelapa sawit dan 93% solar minyak bumi, akan diubah menjadi B5, yaitu campuran 5% biofuel berbasis kelapa sawit dan 95% solar minyak bumi.
Pirapan mengatakan, kementerian telah memberitahukan Komite Kebijakan Minyak Sawit Nasional tentang perubahan ini dan meyakinkan para pengemudi bahwa peralihan dari B7 ke B5 tidak akan berdampak negatif pada mesin kendaraan mereka.
Lonjakan harga minyak sawit mentah baru-baru ini telah mendorong harga eceran biodiesel menjadi setidaknya 48 THB per liter.
Sejak 1 Mei 2024, Thailand menghentikan penjualan biodiesel B10, sehingga hanya tersisa dua jenis di pasaran: B7 dan B20. Nama B7 telah diubah menjadi biodiesel, sedangkan nama B20 tetap tidak berubah.



