Malaysia Mencari Strategi untuk Merebut Kembali Pangsa Pasar Minyak Sawit di China

PETALING JAYA: Malaysia berupaya memulihkan daya saing dan posisi lamanya di pasar minyak sawit China.

Menteri Perladangan dan Komoditas Datuk Seri Johari Abdul Ghani mencatat bahwa China telah menjadi pasar strategis utama bagi Malaysia, yang secara konsisten menempati jajaran tujuan ekspor minyak sawit utama negara tersebut selama lebih dari satu dekade.

"Namun, ekspor kita ke China telah turun hampir 39 persen dalam 10 bulan pertama tahun ini. Penurunan tajam ini menunjukkan tantangan yang lebih dalam, tidak hanya terkait daya saing dan logistik, tetapi juga dinamika harga dan posisi pasar," katanya kepada para wartawan pada acara Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Industry Dialogue with Chinese Buyers.

Data dari Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa Malaysia mengekspor 1,39 juta ton minyak sawit ke China pada 2024, turun 5,3 persen dibandingkan 2023. China tetap menjadi pasar minyak sawit terbesar kedua bagi Malaysia setelah India, dengan tujuan ekspor penting lainnya termasuk Kenya, Filipina, dan Pakistan.

Johari mengatakan ekspor minyak sawit ke China terpengaruh oleh tantangan logistik dan tekanan harga.

Ia menambahkan bahwa penurunan ekspor sebagian disebabkan oleh meningkatnya harga minyak sawit, yang telah melampaui minyak kedelai, menjadikan minyak kedelai pilihan yang lebih disukai pembeli China.

"Untuk pertama kalinya, harga minyak sawit kita meningkat dan lebih mahal daripada minyak kedelai. Di China, minyak kedelai adalah salah satu minyak nabati yang diimpor untuk kepentingan masyarakat dan industri mereka," katanya.

Sesi dialog tersebut menawarkan platform bagi para pelaku industri untuk berinteraksi secara terbuka, membangun kepercayaan, dan menyelaraskan kebijakan dengan realitas pasar. Johari mengatakan diskusi tersebut bertujuan untuk mencari cara bagi Malaysia dalam merebut kembali daya saing dan memperkuat kehadiran lamanya di pasar China.

"Kelompok ini secara kolektif mencakup sekitar 2,5 juta ton kebutuhan minyak sawit China. Perspektif Anda memiliki bobot signifikan dalam membentuk bagaimana Malaysia memperkuat daya saingnya ke depan," kata menteri tersebut dalam sambutan pembukaannya.

Ia mengatakan Malaysia akan terus menjunjung kebijakan ekspor yang transparan dan dapat diprediksi untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak mengganggu kepentingan mitra dagang utamanya.

Kami juga menyambut dialog berkelanjutan untuk lebih menyelaraskan ekspektasi terkait tren harga, perkembangan pasar, dan perencanaan pasokan jangka panjang.

MPOC menjamu 37 pembeli China dari 25 hingga 27 November 2025, yang mewakili sektor pangan dan non-pangan utama. Delegasi tersebut terlibat dalam diskusi yang bertujuan memperluas ekspor minyak sawit Malaysia dan memperkuat kepercayaan terhadap rantai pasok negara tersebut.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami