China Meminta Indonesia Menjamin Pasokan Minyak Sawit saat Ekspor Mencapai US$2,72 Miliar

Jakarta. China meminta Indonesia memastikan bahwa Beijing mendapatkan pasokan minyak sawit mentah (CPO) dan komoditas lainnya yang cukup di tengah meningkatnya permintaan, menurut Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

China baru-baru ini mengirim wakil menteri pertanian dan urusan pedesaan, Maierdan Mugaiti, untuk menyampaikan permintaan tersebut.

"China telah meminta kami untuk menjamin pasokan CPO mereka. Mereka juga mengajukan permintaan serupa untuk karet alam dan sarang burung walet" kata Sudaryono kepada pers di Jakarta pada hari Selasa.

Pemerintah melaporkan bahwa Indonesia menikmati surplus perdagangan pertanian sebesar US$1,77 miliar dengan China sepanjang 2024. Ekspor terbesar Indonesia adalah minyak sawit, mencapai nilai US$2,72 miliar. Diikuti oleh sarang burung walet (US$428 juta), karet (US$363 juta), kelapa (US$270 juta), dan kakao (US$218 juta).

"China meminta kepastian pasokan CPO jangka panjang. Mereka melihat meningkatnya permintaan minyak sawit di negara mereka, sementara Indonesia adalah produsen terbesar di dunia," kata Sudaryono.

Menurut wakil menteri tersebut, Indonesia juga akan meningkatkan produktivitas minyak sawit untuk memenuhi permintaan program biodiesel. Indonesia saat ini menerapkan B40, yang mewajibkan pencampuran bahan bakar diesel dengan 40 persen minyak sawit. Angka tersebut menunjukkan persentase campuran minyak sawit. Indonesia berencana menerapkan kewajiban campuran B50 pada tahun depan.

"Kami memastikan bahwa produktivitas minyak sawit terus diperkuat untuk memenuhi permintaan domestik, termasuk mendukung program energi B50, dan memastikan pasokan ekspor yang aman," kata Sudaryono.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami