Indonesia Mencatat Investasi US$3,2 Miliar di Sektor Pengolahan Minyak Sawit

Jakarta. Investor telah menanamkan Rp 52,7 triliun atau sekitar US$3,2 miliar di sektor minyak sawit Indonesia sepanjang tahun ini hingga September, dengan dana tersebut dialokasikan untuk mendorong kemampuan negara dalam menangkap nilai tambah lebih besar dari komoditas unggulannya, demikian diumumkan pemerintah pada hari Jumat.

Indonesia terus melanjutkan rencananya untuk mengolah sumber daya melimpahnya di dalam negeri sehingga dapat mengekspor produk bernilai tambah lebih tinggi. Meskipun industrialisasi besar-besaran masih sangat terpusat pada mineral, investasi bernilai miliaran dolar telah mengalir ke sektor pengolahan minyak sawit antara Januari dan September 2025. Data menunjukkan bahwa minyak sawit menjadi komoditas ketiga paling diminati oleh investor yang masuk ke sektor hilirisasi Indonesia selama periode sembilan bulan tersebut.

"Pengolahan nikel masih memimpin [dengan Rp 136,1 triliun] dalam realisasi investasi, diikuti oleh tembaga [Rp 61,2 triliun] dan minyak sawit [Rp 52,7 triliun]," kata Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta.

Investasi terkait minyak sawit mengalami pertumbuhan setiap kuartal. Sekitar Rp 21 triliun investasi baru masuk ke sektor hilirisasi minyak sawit Indonesia hanya pada kuartal ketiga, naik dari Rp 16,4 triliun pada kuartal kedua 2025, menurut laporan kementerian. Investasi mencapai hampir Rp 15,3 triliun pada kuartal pertama.

Menurut Rosan, angka-angka yang dipaparkan bukan sekadar komitmen, melainkan benar-benar mencerminkan jumlah dana yang telah dibelanjakan oleh pelaku usaha.

Pertumbuhan investasi tersebut terjadi di tengah kenaikan ekspor dua digit, meskipun angka penjualan tersebut termasuk minyak sawit mentah (CPO). Indonesia mengekspor CPO dan produk olahan senilai US$16,66 miliar antara Januari dan Agustus 2025, melonjak 35,23 persen secara tahunan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Rosan tidak menyebutkan negara asal investor minyak sawit tersebut. Namun, Indonesia menarik total investasi Rp 1.434,3 triliun antara Januari dan September, di mana 55,1 persen berasal dari investor dalam negeri.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami