Konflik Timur Tengah Dorong Permintaan Minyak Sawit Berbasis Biodiesel

Konflik yang semakin memanas di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah naik tajam, dengan beberapa acuan harga melonjak lebih dari 25% dan melampaui level yang terakhir terlihat pada pertengahan 2022.

Lonjakan biaya energi ini mengubah struktur ekonomi bahan bakar alternatif. Ketika harga minyak mentah menjadi lebih mahal, produsen biodiesel beralih ke minyak sawit, yang saat ini diperdagangkan dengan diskon signifikan terhadap gasoil, sehingga menjadikannya bahan baku yang lebih hemat biaya.

Kenaikan tarif pengiriman juga memengaruhi pola pembelian. Importir di Asia, yang menghadapi biaya pengiriman yang meningkat, mencari pengiriman minyak nabati yang lebih cepat, sehingga semakin mendukung permintaan terhadap minyak sawit. Pada saat yang sama, Indonesia dan Malaysia—yang menyumbang sebagian besar pasokan global—mengalami peningkatan produksi hingga mencapai rekor tertinggi, sehingga persediaan tetap tinggi dan harga berada di bawah tekanan.

Konflik ini secara efektif membalikkan tren tersebut, dengan mendorong harga minyak sawit ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Perubahan kebijakan juga dapat memberikan dorongan tambahan. Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali mandat biodiesel B50, sebuah langkah yang akan secara signifikan meningkatkan konsumsi domestik dan memperketat pasokan global.

Majalah Terbaru

Sponsor Kami